Showing posts with label Misteri. Show all posts
Showing posts with label Misteri. Show all posts

Saturday, 11 February 2017

Tercium Bau Busuk Paslon 1 & 3 dalam Debat Pamungkas Pilkada DKI Jakarta

AJHAIB.COM-- Pada analisis sebelumnya mengenai perjalanan debat, saya mengatakan bahwa akan terjadi penyerangan pasangan calon nomor urut satu dan tiga, Agus Anies kepada pasangan calon nomor urut dua, yaitu Ahok dan Djarot. Sesuai dengan prediksi, Agus dan Anies memiliki pengalaman dan teori yang jauh di bawah Ahok Djarot. Pertanyaan demi pertanyaan ditelan begitu saja oleh Pak Ahok dan Pak Djarot. Mereka betul-betul di atas angin.
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pilkada dki jakarta 2017
Agus Sylvi
Sepanjang debat, Agus dan Sylvi hanya sibuk untuk menyerang Ahok dan Djarot. Serangan-serangan yang menyudutkan Ahok dengan “gaya kasar” yang dimiliki Ahok menjadi momen emas yang digunakan terus oleh Agus Sylvi. Kejadian satu orang ibu-ibu yang katanya “dimaki” oleh Ahok-pun menjadi bahan perdebatan yang panas itu. Emosi Ahok sempat terpancing di dalam debat, namun kita melihat bagaimana kebesaran hati Ahok untuk duduk tenang dan memberikan kesempatan kepada Pak Djarot untuk meluruskan hal yang dipertanyakan oleh Agus Sylvi. Situasi mulai kondusif lagi. Disini saya melihat bahwa pasangan Agus Sylvi sedang memosisikan diri mereka sebagai pasangan yang mau merebut kekuasaan dengan cara yang tidak sehat, menjatuhkan lawan. Kata kunci dari Agus adalah “MEYAKINKAN”.

Agus ini sebetulnya memiliki kebijakan yang menjerumuskan RW. RW pada saat ini mungkin banyak yang senang menerima dana hibah 1M per tahun. Namun ingat, yang akan salah justru para RW, bukan Agus. Ia akan dengan mudah melepaskan dirinya dari sergapan penegak hukum, karena ia melepaskan seluruhnya kepada warga yang tidak siap menerima dana tersebut.

Satu kebahayaan dari kalimat Agus adalah “Pemimpin itu harus dengan hati meyakinkan rakyatnya untuk mengikuti kepemimpinan dengan rela.” Kalimat ini sekilas terdengar sangat baik, namun mengandung unsur pemecah belah persatuan. Bagaimana kita dapat rela mengikuti kepemimpinan? Jawabannya adalah jika rakyat berhasil diyakinkan dengan gaya kepemimpinan. Artinya jika rakyat berhasil ditipu, disitulah keberhasilan dari sang pemimpin. Tul ora Gus?

Anies Sandi
Luar biasa orang ini, jikalau orang ini menjadi menteri, tentu hancurlah seluruh sistem pendidikan. Dengan tepat Pak Jokowi memecat orang ini, dan menurunkan levelnya dari kementrian menjadi bawahan Pak Prabowo. Serangan Agus terhadap Anies sangat telak, mempertanyakan inkonsistensi dan kegagalan masa lalunya. Memang Agus mirip seperti Pepo, selalu melihat kepada masa lalu dan sulit untuk move on dari masa lalu. Anies diserang dengan gaya Pepo Bapernikus.

Sandiaga mencoba untuk menyelamatkan muka Anies yang sudah tidak terselamatkan itu. Sandiaga mencoba meng-cover isu-isu yang dimiliki oleh Pak Anies. Namun sepandai-pandainya Sandi meng-cover, tetap ada hal yang tidak bisa di-cover oleh Sandi kepada Anies, yakni Sandi tidak dapat menutupi hasrat Anies di dalam keinginan berkuasanya. Sangat jelas terlihat di pasangan calon nomor tiga ini.

Kualitas jawaban dari Anies Sandi tentu kita semua tahu, kualitas KW. Mengapa KW, karena apa yang direncanakan oleh Anies Sandi tentu tidak lebih hebat dari apa yang sudah dikerjakan. Rumah DP nol di Jakarta sangat tidak mungkin dilakukan. Mengingat interest rate pembelian rumah di DKI yang sebesar 17% dibandingkan dengan Singapura yang hanya 3% dan paling tinggi 4%. Mereka lagi-lagi melakukan misleading.

Ahok Djarot Tidak Tumbang, Mereka Tumbang
Saya cukup senang ketika pasangan nomor dua ini diberikan kesempatan terakhir untuk berbicara. Luar biasa apa yang dikatakan oleh Pak Ahok. Ia mengeluarkan gambar tentang Kalijodo yang dulunya adalah tempat prostitusi besar di Jakarta. Sekarang sudah berubah 180 derajat. Menjadi sebuah tempat yang ramah anak dan ruang terbuka hijau. Seluruhnya merupakan hasil kerja dari kebijakan Pemprov yang dipimpin oleh mereka. Mereka tidak menyerang personal Agus dan Anies, Ahok Djarot tidak tertarik untuk melakukan itu.

Mungkin pasangan nomor dua ini sudah tahu, bahwa Agus dan Anies akan jatuh sendirinya tanpa harus dijatuhkan. Tepat sekali. Mereka jatuh ketika sedang asik menyerang Ahok. Sun Tzu di dalam filsafat tentang peperangan pernah mengatakan bahwa:

“The supreme art of war is to subdue the enemy without fighting.”

Memiliki arti demikian: Seni peperangan tertinggi adalah menaklukkan musuh tanpa harus menyerang. Inilah yang digunakan oleh Ahok dan Djarot di dalam debat kali ini. Dengan tidak membalas menyerang, Ahok dan Djarot dengan mudah menumbangkan Agus dan Anies. Agus Anies-lah yang pada akhinya memamerkan kebusukan mereka di depan mata warga DKI yang menyaksikan jalannya debat. Seluruh rakyat akan melihat bahwa kepemimpinan macam apa yang akan warga DKI pilih.

Siapa yang disabilitas? Kita ini yang mungkin nanti akan menjadi orang yang disabilitas! – Terjemahan bebas dari perkataan Ahok

Jangan memanjakan warga Jakarta yang sedang dididik ini untuk menjadi warga yang tergiur oleh politik uang dan politik kekuasaan. Saya yakin apa yang akan mereka kerjakan sebelumnya, justru menjadi sebuah ajang pembuktian apa yang sudah mereka kerjakan di sebelumnya. Bukan lagi janji yang tidak masuk akal dan pernyataan yang tidak rasional dan tidak logis. Akhir kata, silakan tutup hidung, karena debat kali ini berbau busuk. Bau busuk yang keluar dari pasangan Agus dan Anies menjadi sangat menyengat, dan akan terus tercium selama lima tahun jika Ahok Djarot tidak menang satu putaan. Salam dua jari! (sw)

Monday, 30 January 2017

Mengorek-ngorek Tanggapan "Fitsa Hats" Atas Tudingan Firza Hots

AJHAIB.COM-- Pagi ini saya dinasehati oleh seorang yang tidak dikenal, katanya jangan menyebarkan informasi dugaan perselingkuhan Firza dan Rizieq, karena belum tentu benar. Ada juga yang membandingkan kasus ini dengan fitnah Jonru pada Jokowi soal ibu kandungnya yang difitnah hanya beda 10 tahun, serta keluarga PKI. Katanya, meski difitnah Jokowi tak pernah mengklarifikasi. Tugas untuk membuktikan justru ada pada yang memfitnah, bukan yang difitnah.

Thursday, 8 December 2016

Karma Berlaku! Gempa Aceh Sebagai Teguran Alam (Tuhan) Akibat Intoleransi di Bandung?

AJHAIB.COM-- Hanya berselang satu hari pasca insiden intoleransi di Sabuga ITB, Bandung pada 06 Desember 2016, besoknya tanggal 07 Desember 2016 terjadi gempa hebat di Aceh.
Insiden Intoleransi di Bandung dan Gempa Aceh

Gempa Aceh ini dikabarkan menelan ratusan korban. Dari data yang dihimpun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ratusan orang tewas.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan data korban seperti dilansir detik.com berikut ini:
1.    102 Orang Tewas
2.    1 Orang hilang
3.    136 luka berat
4.    616 luka ringan
5.    3276 mengungsi

Namun ada yang menarik dari gempa di Aceh ini yang dikenal sebagai provinsi menerapkan syariat Islam. Pasalnya, sehari sebelumnya peristiwa intoleransi terjadi di Bandung. Kelompok ormas yang mengatasnamakan Masyarakat Muslim Jawa Barat (Jabar) mengusir jemaat Kristiani yang hendak beribadah di Sabuga ITB, Bandung.

Peristiwa intoleransi itu pun ditandai dengan massa yang menerobos masuk ke ruangan peribadatan umat Kristiani yang hendak melaksanakan kebaktian. Akibat peristiwa ini membuat heboh dunia maya, bahkan menjadi trending topic di twitter dengan hashtag #BangdungIntoleran.
Insiden Intoleransi di Bandung

Bahkan, Walikota Bandung Ridwan Kamil meminta maaf atas insiden intoleransi yang menciderai nilai-nilai ke-bhinekaan. Namun sebaliknya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menganggap masalah ini hal yang sepele.

Insiden intoleransi yang melibatkan umat Muslim dengan sengaja mengusir umat Kristiani yang melakukan Kebaktian di Bandung, dibalas oleh alam (bisa jadi teguran dari Tuhan) dengan mengguncang Aceh dengan gempa dahsyat yang menelan korban jiwa.
Gempa Aceh 07 Desember 2016

Mungkin saja ini Karma atau bahkan Azab dari Tuhan agar kita sadar bahwa intoleransi sangat dikecam. Nilai-nilai persaudaran dan bersatu dalam keberagaman harus diamalkan, jangan ada penindasan pada minoritas yang hendak melakukan ibadahnya.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi harga mati. Terus kobarkan semangat ke-bhinekaan. Jangan ada intoleransi yang sangat melukai keberagaman. Ingat Karma, segala perbuatan pasti ada balasannya.

Well, bagaimana menurut anda?

Wednesday, 30 November 2016

Rahasia Besar Dibalik Aksi Bela Islam III "212", Faktanya Mencengangkan!

AJHAIB.COM-- Aksi Super Damai yang diklaim dan digagas oleh Front Pembela Islam (FPI) akan dilaksanakan pada tanggal 02 Desember 2016 atau lebih dikenal “212”.

Wednesday, 23 November 2016

No Hoax! Seram, Heboh Video Penampakan Orang Berjalan Tanpa Kepala

AJHAIB-- Sebuah penampakan yang tiba-tiba muncul membuat kita terkejut. Tak lazim dari biasanya, penampakannya pun di siang hari.
Penampakan seseorang yang berjalan tanpa kepala. Tampak dalam video, seseorang pengendara mobil merekam seseorang yang berjalan tanpa kepala. Sangat jelas terlihat orang itu berjalan tidak ada kepala.

Keterangan dalam video menyebutkan rekaman itu asli  dan tak  ada editing video. Nampaknya, kejadian tersebut di luarnegeri.

Simak videonya:
Well, bagaimana menurut anda?

Thursday, 17 November 2016

Jika Konsisten Taati Al-Maidah 51, Seharusnya Umat Muslim Keluar dari 6 Provinsi Ini

Ajhaib.com-- Apakah umat Islam dapat konsekuen dan konsisten dengan apa yg sudah disimpulkan oleh Front Pembela Islam (FPI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait surat Al-Maidah 51? Atau, apakah Al-Maidah ini hanya ditujukan utk menghalangi Ahok menjadi Gubernur Jakarta?
Berdasarkan surat Al-Maidah 51, FPI dan MUI menegaskan bahwa umat Islam tidak boleh atau HARAM dipimpin oleh orang Kafir/Non Muslim (juga berlaku pada lingkungan pekerjaan).

Jika memang konsekuen dan konsisten maka umat Islam yang berada di provinsi yang dipimpin oleh Gubernur Non Muslim maka harus keluar dari provinsi tersebut. Provinsi tersebut adalah Kalimantan Barat, NTT, Papua, Bali, Sulawesi Utara, dan Papua Barat.

Simak selengkapnya pada gambar berikut:
loading...